Berita

20 Januari 2026   07:00 WIB

Pemkab Kudus Gelar Therapy Healing untuk Pulihkan Psikologis Anak Terdampak Banjir

Pemkab Kudus Gelar Therapy Healing untuk Pulihkan Psikologis Anak Terdampak Banjir

Pemkab Kudus Gelar Therapy Healing untuk Pulihkan Psikologis Anak Terdampak Banjir

KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus menunjukkan kepedulian terhadap pemulihan psikologis warga terdampak banjir, khususnya anak-anak, melalui kegiatan therapy healing di posko pengungsian. Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton meninjau langsung kegiatan tersebut di Aula DPRD Kudus dan Balai Desa Jati Wetan, Senin (19/1/2026) malam.

Kegiatan therapy healing ini dilaksanakan dengan pendampingan tim psikolog klinis Legawa serta tenaga kesehatan dari RSUD dr. Loekmono Hadi. Anak-anak pengungsi diajak bermain, mewarnai, dan mengikuti berbagai aktivitas positif untuk mengurangi rasa bosan serta mencegah trauma akibat bencana banjir yang telah berlangsung beberapa hari.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris melalui Wakil Bupati Bellinda Birton menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk menjaga kondisi mental dan emosional para pengungsi.

“Hari ini ada kegiatan therapy healing dari psikolog klinis. Anak-anak kami beri kegiatan, yang dewasa juga kami ajak beraktivitas, intinya supaya tidak bosan dan tidak suntuk. Harapan kami kegiatan ini bisa bermanfaat bagi para pengungsi,” ujarnya.

Wabup Bellinda menambahkan, pendampingan psikolog dilakukan secara khusus untuk anak-anak agar tidak mengalami trauma pascabencana.

“Kami mendampingi anak-anak bermain dan mewarnai dengan pendampingan psikolog. Semoga anak-anak korban banjir tidak mengalami trauma dan tetap ceria meski berada di pengungsian,” lanjutnya.

Selain fokus pada pemulihan psikologis, Pemerintah Kabupaten Kudus juga memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi.

“Semoga semua cepat pulih dan bisa kembali ke rumah masing-masing. Kami pastikan di tempat pengungsian kebutuhan kesehatan dan makanan terpenuhi, stok logistik juga aman,” kata Bellinda.

Terkait keluhan pengungsi, wakil bupati menyebutkan masih terdapat kekurangan pakaian ganti.

“Keluhan yang ada saat ini adalah kekurangan baju ganti, dan itu segera akan kami tindak lanjuti dengan donasi pakaian,” jelasnya.

Sementara itu, kondisi kesehatan para pengungsi dilaporkan dalam keadaan aman. Wabup Bellinda menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan yang telah sigap melayani masyarakat.

“Terima kasih kepada puskesmas dan rumah sakit yang telah membantu. Jika ada keluhan kesehatan, langsung kami bawa ke puskesmas atau rumah sakit. Semua tenaga kesehatan kompak, solid, dan bergerak cepat untuk masyarakat,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Kudus menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat terdampak bencana, tidak hanya dalam pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga pemulihan mental dan psikologis hingga kondisi benar-benar pulih.

Info