Berita

12 Maret 2026   13:45 WIB

Mendag Dorong Desainer Muda Kudus Tembus Pasar Dunia Lewat Produk Lokal

Mendag Dorong Desainer Muda Kudus Tembus Pasar Dunia Lewat Produk Lokal

Mendag Dorong Desainer Muda Kudus Tembus Pasar Dunia Lewat Produk Lokal

KUDUS – Semangat mencintai produk dalam negeri digaungkan dalam kunjungan Menteri Perdagangan RI Budi Santoso ke SMK NU Banat Kudus di Kabupaten Kudus, Kamis (12/3/2026). Dalam kegiatan “Tumbuhkan Rasa Bangga dan Pakai Produk Lokal”, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Wakil Bupati Bellinda Birton turut mendampingi Mendag bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi untuk mengajak para pelajar untuk berani berkarya dan membangun produk lokal yang mampu bersaing di pasar nasional maupun global.

Kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan rasa bangga generasi muda terhadap produk dalam negeri sekaligus mendorong lahirnya desainer-desainer muda yang mampu bersaing di pasar nasional maupun global. Acara turut dimeriahkan dengan peragaan busana yang menampilkan karya para siswa, dengan para model berasal dari kalangan pelajar sekolah tersebut.

Program Manager Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Galuh Paskamagma, menyampaikan bahwa program pendidikan di SMK NU Banat Kudus diarahkan untuk menyiapkan siswa tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga jiwa kewirausahaan.

“Sejak awal di sekolah ini kami menyiapkan anak-anak agar mampu berwirausaha, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga hingga pasar luar negeri. Yang kami fokuskan di jurusan ini tidak hanya menjahit, tetapi bagaimana mereka mampu menciptakan karya dan desain yang bisa diterima oleh pasar,” ujarnya.

Galuh menambahkan, para siswa juga didorong untuk menghasilkan karya nyata yang siap dipasarkan. 

“Mereka membuat tugas akhir yang nantinya akan dijual langsung ke pasar secara online, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Harapannya karya anak-anak ini bisa bertemu dengan pasar yang luas, bahkan berkesempatan bertemu dengan brand-brand fashion dunia. Kami ingin mereka berani maju, kreatif, dan lulus sebagai tenaga terampil yang siap bekerja sebagai fashion desainer,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong para pelajar untuk menghasilkan karya berkualitas serta berani membangun merek sendiri. Ia menyampaikan bahwa karya desainer muda memiliki peluang untuk ditampilkan pada ajang Jakarta Muslim Fashion Week apabila memiliki kualitas yang baik dan diakui pasar.

“Kita punya Jakarta Muslim Fashion Week. Nanti karya-karya yang bagus bisa dipresentasikan dan berkesempatan ikut serta. Tetapi syaratnya produknya harus bagus dan sudah diakui. Jangan sampai kita kalah dengan perusahaan asing yang ada di pusat-pusat perbelanjaan. Kita harus mengisi pasar dalam negeri dengan produk karya anak bangsa,” tegasnya.

Mendag juga mengingatkan para siswa untuk tidak hanya menjadi pekerja kreatif, tetapi juga menjadi pemilik merek yang mampu membangun identitas produk sendiri. Menurutnya, gerakan mencintai produk dalam negeri harus dimulai dari generasi muda dengan menghasilkan karya berkualitas yang dapat digunakan oleh masyarakat luas.

“Kalau jadi desainer jangan hanya menjadi freelancer. Kalau tidak, nanti brand orang lain yang terkenal dan masuk etalase, sementara kita hanya menjadi pekerjanya. Bangun merek sendiri dan ciptakan karya terbaik. Kalau adik-adik mampu menciptakan karya yang bagus, nanti yang memakainya juga kita semua. Dari situlah kecintaan terhadap produk dalam negeri bisa tumbuh,” pungkasnya.

Info