Berita

12 Maret 2026   13:00 WIB

Bupati Kudus Dampingi Mendag Tinjau Talenta Kreatif di SMK RUS

Bupati Kudus Dampingi Mendag Tinjau Talenta Kreatif di SMK RUS

Bupati Kudus Dampingi Mendag Tinjau Talenta Kreatif di SMK RUS

KUDUS - Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Wakil Bupati Bellinda Birton mendampingi Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau potensi talenta kreatif di SMK Raden Umar Said (RUS), Desa Besito, Kecamatan Gebog, Kamis (12/3/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya melihat potensi daerah yang dapat didorong menembus pasar global.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa peningkatan investasi di Jawa Tengah perlu diiringi dengan kesiapan sumber daya manusia agar peluang kerja dapat terserap secara optimal.

“Terhitung 2025, serapan kerja di Jawa Tengah sekitar 470 ribu dengan investasi senilai Rp88 triliun. Kesempatan kerja di Jawa Tengah banyak, yang tidak banyak adalah bagaimana sumber daya manusianya ini bisa terserap di perusahaan,” ujar Ahmad Luthfi.

Menurut Ahmad Luthfi, penguatan pendidikan vokasi menjadi langkah strategis untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor industri.

“Untuk itu, terkait dengan investasi, di Jawa Tengah ini yang perlu disiapkan adalah investasi padat karya, sekolah vokasi yang kini jumlahnya sudah 1.524, dan BLK sekitar 4.200,” lanjutnya.

Program Manager Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Galuh Paskamagma, menyampaikan bahwa talenta kreatif di Kudus memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat global jika didukung dengan akses pasar yang lebih luas.

“Kami meyakini bisa bersaing di skala global, yang dibutuhkan adalah akses pasar yang lebih luas lagi. Sehingga harapannya, dengan kedatangan bapak menteri, semakin banyak peluang-peluang yang bisa dimanfaatkan oleh anak-anak di Kudus untuk berkarya,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan bahwa pemerintah memiliki jaringan perdagangan dalam bentuk atase perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di berbagai negara yang dapat menjadi jembatan bagi produk dan jasa dari Indonesia untuk menembus pasar internasional.

“Kita punya atase perdagangan di banyak negara, ada ITPC, totalnya 46 di 33 negara. Tugasnya adalah meningkatkan ekspor, tidak hanya barang, tapi juga jasa,” jelasnya.

Melalui jaringan tersebut, Kementerian Perdagangan berkomitmen memfasilitasi talenta dari daerah agar dapat memperkenalkan karya dan jasanya kepada pasar global.

“Nanti kita fasilitasi, kita pertemukan teman-teman di Kudus dengan para atase perdagangan dan ITPC yang jumlahnya 46 tadi untuk memperkenalkan produk atau jasa yang ditawarkan,” pungkasnya. 

Info