Dampingi Mendag, Bupati Kudus Dorong Lulusan Mekatronika Maritim Tembus Pasar Global
KUDUS – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton mendampingi kunjungan Menteri Perdagangan RI Budi Santoso dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di SMK Wisudha Karya Kudus, Kamis (12/3/2026). Kunjungan ini menjadi penutup rangkaian peninjauan pendidikan vokasi setelah sebelumnya rombongan mengunjungi SMK Raden Umar Said dan SMK NU Banat Kudus. Kehadiran tersebut sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat pendidikan vokasi agar lulusan SMK semakin siap memasuki dunia kerja.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengapresiasi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta dukungan Djarum Foundation yang turut mendorong kemajuan pendidikan kejuruan di Kabupaten Kudus.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Perdagangan, Bapak Gubernur Jawa Tengah, serta Djarum Foundation atas perhatian dan dukungannya terhadap pengembangan pendidikan vokasi di Kabupaten Kudus. Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan serta menyiapkan generasi muda yang siap bersaing di dunia kerja,” ujar Bupati.
Bupati juga berpesan kepada para siswa untuk terus belajar dan meningkatkan keterampilan sesuai perkembangan zaman. Menurutnya, peluang masa depan bagi lulusan sekolah vokasi sangat terbuka luas apabila didukung kompetensi dan kedisiplinan.
“Anak-anak harus giat belajar, mengikuti perkembangan teknologi, serta menghormati orang tua dan guru. Peluang ke depan sangat besar, pemerintah telah membuka banyak jalan. Tinggal bagaimana kalian mempersiapkan diri agar mampu memanfaatkannya dengan baik,” tambahnya.
Sementara itu, Menteri Perdagangan RI Budi Santoso menilai SMK Wisudha Karya Kudus memiliki kekuatan pada bidang teknik dan mekatronika maritim yang selaras dengan kebutuhan industri. Menurutnya, pemerintah akan membantu membuka akses pasar serta peluang kerja melalui jejaring perdagangan internasional yang dimiliki Indonesia.
“Kami melihat langsung bahwa SMK Wisudha Karya memiliki fokus pada teknik dan mekatronika maritim. Sekolah seperti ini mencetak tenaga kerja terampil, dan tugas kami di pemerintah adalah membantu membuka pasar dan peluangnya. Kita memiliki jaringan atase perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di berbagai negara yang dapat menjadi jembatan bagi produk maupun jasa dari Indonesia untuk menembus pasar internasional,” jelasnya.
Budi Santoso menambahkan, jaringan perdagangan tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mempertemukan lulusan SMK Wisuda Karya dengan mitra industri melalui skema business matching, termasuk peluang kerja melalui jejaring yang ada di Tokyo dan Osaka, Jepang.
Melalui kunjungan ini diharapkan sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan dunia usaha semakin kuat dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, khususnya di bidang teknik dan mekatronika maritim, sehingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.